Uncategorized

Berulang

Halo!

Desclaimer: postingan ini bukan sponsored post ataupun endorse dari brand tertentu. Adapun pemilihan objek foto yang merupakan suatu produk kecantikan, hanyalah suatu ketidaksengajaan belaka. Wk!

Ada yang tahu produk di atas? Yap, mereka adalah serangkaian skin care dari suatu brand drugstore berinisial G. Saya sudah 6 bulanan menggunakan dua produk di atas, dan kulit saya baik-baik saja, bahkan cenderung glowing. Namun, review itu yang ingin saya bahas. Saya sih mau ngomongin soal “6 bulannya”.

Yap, di trimester kedua ini, setelah rutin memakai produk saat pagi-siang-sore-malam, barulah saya bisa merasakan perubahan positif di kulit muka. Ya engga yang hasilnya kinclong macem glass skin bin super glowing sih, namun cukup tidak membuat kulit muka jadi kusyem.

 

Buat saya sih cukup segitu. Engga perlu putih, yang penting ga gelap-gelap banget biar gak jomplang dengan tone kulit di bagian tubuh lain.

 

6 bulan. Yes, selama itu saya baru bisa merasakan efek dari skin care ini. Dipakai berulang. Kemarin – hari ini – besok – lusa. Begitu terus hingga ganti minggu bahkan bulan. Tidak boleh skip. Tidak boleh malas. Tidak boleh bosan. Biar hasilnya maksimal!

 

Nah berakar dari filosofi memakai skin care, belajarpun demikian. Saya, saat ini sedang mengikuti pelatihan DTS (Digital Talent Scholarship) yakni Machine Learning program FGA (Fresh Graduate Academy). Programnya dari Kementerian Komunikasi dan Informasi. Terima kasih pemerintah, ayaflu!

 

Machine Learning:

is the scientific study of algorithms and statistical models that computer systems use in order to perform a specific task effectively without using explicit instructions, relying on patterns and inference instead. It is seen as a subset of artificial intelligence. Machine learning algorithms build a mathematical model based on sample data, known as “training data“, in order to make predictions or decisions without being explicitly programmed to perform the task.

Ini adalah materi yang benar-benar baru untuk saya. Meskipun saya dulu pernah belajar bahasa pemrograman Python, namun yang kini saya pelajari memiliki tingkat kesulitan di atas ambang batas kemampuan saya. SUSAH BANGET, BEB!

 

Setiap hari saya dijejelin materi baru, yang semakin lama semakin sulit. Untuk mengakalinya, saya berusaha membaca materi di malam hari, sebelum keesokan harinya dibahas di kelas.

 

Namun, apakah saya dengan cepat memahami materi yang 90%nya statistika + pemrograman meskipun selalu belajar sebelum materi diajarkan? OH, TENTU TYDACK!

 

Saya harus membaca 2-3 kali seusai pelatihan. Yap 2-3 KALI baru bisa memahami garis besar materi. Kadang saya merasa apakah saya se-tidak pintar-itu kok rasanya susah banget ini materi masuk otak, dibandingkan teman sebelah yang nampaknya langsung paham ketika dosen menerangkan.

 

Ya wajar, wong dia asli lulusan TI. Wk!

 

Kembali ke filosofi skin care, yang memang harus dilakukan rutin dan berulang setiap malam untuk mendapatkan kulit sehat cerah merona, rupanya belajarpun demikian.

 

Wah, pakai skin care aja saya bisa rajin dan semangat setiap harinya, lha masa buat mendalami materi engga?! Saya aja gak memaksa si skin care untuk ‘manjur’ di hari pertama pakai, lha kok saya sok sok memaksa otak sekali paham saat pertama kali belajar.

 

Ternyata inilah hikmah memakai skin care ya. Kita diajarkan sabar dengan proses, pun dengan proses belajar. Kuncinya adalah tidak boleh skip, tidak boleh malas, dan tidak boleh bosan. Otak tiap orang punya kapasitasnya masing-masing. Yang IQ nya superior bisa cepet banget nangkap materi macem jaringan 5G.

 

Nah meskipun otak kita gak pinter – pinter amat, saya yakin kita tetep bisa memahami materi meskipun harus belajar berkali-kali agar bisa paham. Ibarat skin care yang saya pakai cuma level drugstore bukan high end, tapi tetep memberikan hasil bagus ketika rutin digunakan.

 

Jadiiiiii, jangan bosan belajar. Lakukan berulang agar hasil yang diinginkan menjadi maksimal. Semangat belajar!

Leave a comment