Personal · Self-love

Mengeluhkan Toxic Positivity

Kemarin, seorang kawan curhat sama saya. Ceritanya doi lagi ada masalah yang entah gimana awalnya, saya jadi terlibat di dalamnya. Saya, sebagai teman (yang berusaha menjadi baik), mulailah mendengarkan segala curahan hatinya hampir saban malam. Selain mendengarkan, saya juga aktif meresponnya dengan kalimat-kalimat motivasi ala saya. Contohnya: "Jangan menyerah!" "Mikir positifnya aja ya!" "Kamu pasti… Continue reading Mengeluhkan Toxic Positivity

Personal · Self-love

Orang Tua yang (Tidak) Sempurna

"Mamaku kok begini yaaa.." "Kok dibolehin ya sama Bundamu? Kalo bundaku..." "Loh, ayahmu gitu? Kok ayahku nggak gitu juga ya?" "Asyik yaa orang tuamu selow banget....." Ada yang pernah mengatakan demikian? Haha ayo tos dulu! Wkwk Disadari atau tidak, kita mostly pasti pernah berkata seperti itu. Atau yaaa minimal mbatin deh. Kenapa papaku gini, kenapa… Continue reading Orang Tua yang (Tidak) Sempurna

Personal · Self-love

Melanjutkan Pascasarjana: sebuah QnA

Hola! Untuk temen-temen yang belum tahu, saat ini saya melanjutkan pendidikan pascasarjana. Teman lama, keluarga, saudara, tetangga, bahkan yang barusan kenal  di keretapun bertanya-tanya sampai bosan jawabnya kuliah dimana, mengapa, dan bagaimana. So, here is the answer.. Kenapa kuliah lagi? Alhamdulillah, sekolah adalah rezeki dari Allah saat ini. Disyukuri aja. InsyaAllah setelah ini datang rezeki kerja… Continue reading Melanjutkan Pascasarjana: sebuah QnA